Maraknya permainan internet atau game online mulai disorot Pemerintah Daerah Tangerang, Banten. Rencananya, pemerintah membatasi jam operasi permainan guna mengurangi dampak negatif pada anak-anak sekolah.
Tak jarang anak-anak sekolah masih berseragan dan menyandang tas saat didapati sedang tenggelam dalam game online. Jumlah penggemar game online memang terbilang besar. Tak heran jika pengelola warung internet ramai-ramai menyediakan layanan permainan tersbut.
Sementara mayoritas pengunjung adalah anak-anak usia sekolah. Bahkan tak jarang mereka dijumpai saat jam sekolah. Tugas utama pun terabaikan. Hanya dengan Rp 6000 per dua jam, perhatian mereka tercurah ke permainan tersebut. Tentu kenyataan itu mengundang keprihatinan banyak pihak.
Kini pemerintah setempat akan turun tangan mengatur jam operasional warnet penyedia game online. Keputusan itu tentu didukung para orangtua. Sementara penyedia layanan game online menyikapi dengan kekhawatiran.
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”